Ustad Provokator Tengku Zulkarnain Dihadang Masyarakat Dayak Di Sintang

tengku-zulkarnaik-dihadang

Sejumlah orang yang mengatasnamakan Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang menolak kedatangan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain sesaat setelah dia mendarat di Bandara Susilo, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Kamis, 12 Januari 2016.

Progrev – Tengku Zulkarnain yang mendapat sebutan Ustad Provokator dengan ciri khas pakai gamis putih (jubah) dan sorban pernah mengirimkan cuitan di twitter gambar foto Quran yang dirobek-robek yang diasosiasikan dengan pendukung Ahok di Pengadilan Jakarta, padahal asli foto itu kasus di Malaysia, dihadang masyarakat dan kelompok pemuda Dayak DAD (Dewan Adat Dayak) yang di dalamnya juga ikut serta Kepala Pengurus Ponpes LPKA Kab. Bengkayang M. Effendy Khoiri dan Sdr. Lukmanul Hakim Dayak di Bandar Udara Susilo Sintang, Kalimantan Barat

Tengku Zulkarnain datang bersama seorang pengurus FPI dan GNPF. Mereka hendak menghadiri acara provokasi umat dengan kedok Tabligh Akbar. Tujuan Tengku Zulkarnain juga ingin mendirikan GNPF-MUI untuk Kalimantan Barat. GNPF yang dikomandoi oleh Bachtiar Nasir terlacak memberikan bantuan dana untuk pasukan teroris di Suriah. Ada kaitan yang nyata antara GNPF dan jaringan terorisme internasional.

Alasan Penolakan

Para pemuda Dayak tersebut menghadang Zulkarnain bukan tanpa sebab, ustad yang disebut provokator tersebut dianggap telah menghina warga suku Dayak. Berikut ini merupakan alasan penolakan Zulkarnain oleh para pemuda suku Dayak.

1.  Masyarakat Kab. Sintang khususnya warga Dayak Kab. Sintang menolak kedatangan Tengku Zulkarnain, Ustad Provokator dan melarang untuk menginjakan kaki di tanah Kab. Sintang.

2.  Warga Dayak Kab. Sintang menolak kedatangan Tengku Zulkarnain, Ustad Provokator dikarenakan adanya statement/pernyataan dari Tengku Zulkarnain, Ustad Provokator di salah satu media sosial yang mengatakan bahwa warga suku Dayak kafir dan tidak pantas masuk Surga dan bahkan lebih buruk dari binatang.

3.  Bahwa warga Dayak Kab. Sintang tidak membenci MUI namun lebih kepada oknum dalam hal ini wasekjen MUI pusat Tengku Zulkarnain, Ustad Provokator, yang telah menghina suku Dayak.

Detik-detik Menegangkan Tengku Zulkarnain Dihadang Tentara Dayak

https://www.youtube.com/watch?v=pi2LGRl9IXE

Dalam Video tersebut pemuda-pemuda Dayak yang lengkap membawa mandau, berteriak dengan penuh semangat ke arah pintu pesawat, “Kamu bilang kami kafir, kami masuk neraka, ini kami kafir, ayo turun…!”

Cara-cara provokasi dan fitnah Tengku Zulkarnain ini membahayakan kerukunan umat beragama dan menciderai citra ulama di Indonesia. Penolakan pemuda Dayak di Kalimantan Barat adalah bukti bahwa ucapan dan cara-cara Tengku Zulkarnain Ustad Provokator ditolak oleh masyarakat.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *