TPNPB Bersandiwara, Menyebut 2 Anggotanya Tewas Karena Rudal Balistik

Sandiwara apa lagi yang dimainkan oleh TPNPB
Sandiwara apa lagi yang dimainkan oleh TPNPB
Progrev.org. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mulai bermain sandiwara lagi dengan mengatakan bahwa TNI menggunakan rudal balistik saat menyerang Kampung Kimbely pada Jumat (17/11/2017). Selain itu, juru bicara TPNPB juga berbohong jika rudal balistik tersebut melukai masyarakat.
Apa yang dikatakan TPNPB/OPM merupakan kebohongan publik dan sandiwara yang sudah direncanakan. Cara-cara ini kerap dilakukan kelompok separatis Papua untuk mendapatkan dukungan dari pihak-pihak tertentu, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Mereka menempatkan kelompoknya seakan-akan menjadi yang pihak yang tertindas, sedangkan aparat TNI-Polri adalah pihak yang kerap melakukan pelanggaran HAM.
Pihak TNI kepada media sudah menjelaskan bahwa yang digunakan TNI bukanlah rudal balistik melainkan mortir dengan tujuan membubarkan kelompok OPM. Dua anggota OPM yang tewas tersebut murni luka tembak, bukan karena rudal balistik seperti yang dituduhkan OPM. Kemudian lihat saja proses penyelamatan sandera dari awal sampai proses evakuasi apakah ada sandera yang mengalami luka-luka? Sebanyak 344 orang sandera dari warga Kampung Kimbely dan Utikini yang berhasil dibebaskan tidak ditemukan satupun yang terluka.
TPNPB/OPM dikenal dengan kekerasan dan kejahatannya yang selama ini dilakukan terhadap masyarakat dan aparat-aparat keamanan yang bertugas menjaga kedaulatan NKRI. OPM sangatlah mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat karena banyak tindakan-tindakan anarkis mereka tanpa memandang bulu. Masih ingatkah video kelompok TPNPB yang tersebar di media beberapa waktu lalu, mereka menyiksa 2 orang warga dengan brutal sampai tewas. Tidak hanya itu saja, sebelumnya TPNPB juga menembaki pekerja PT Freeport dan aparat keamanan dari ketinggian.
Merekalah yang pantas disebut pengkhianat dan melakukan pelanggaran HAM. OPM dan tokohnya Benny Wenda sering kali menjelek-jelekkan masyarakat Indonesia di luar negeri, memutar balikkan fakta, bersandiwara, mengumbar janji-janji palsu kepada masyarakat Papua. Namun kini masyarakat Papua sudah bosan dengan janji-janji oleh Wenda dan meyakini bahwa Wenda hanyalah penipu besar yang hanya akan membuat masyarakat dibodohi oleh ocehan-ocehan yang tidak masuk akal.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *