Saracen dalam bingkai Konspirasi

Dagangan Kebencian di Pasar Saracen
Dagangan Kebencian di Pasar Saracen
Progrev.org. Sekurang-kurangnya dalam tiga tahun ini sangat terasa semakin derasnya arus informasi yang bersumber dari medsos yang berisi berbagai informasi yang mengandung konten ujaran kebencian. Walaupun tidak dapat menggambarkan berapa persen proporsinya tetapi ujaran ujaran kebencian yang disebarkan melalui medsos itu telah memengaruhi berbagai segi dalam hubungan kita sebagai sesama anak bangsa.
Di awal-awal reformasi dulu sangat kuat berkembang issu ada nya upaya kekuatan asing untuk memecah belah kesatuan bangsa ini yang pada gilirannya tentu akan memecah keutuhan NKRI. Kita sependapat bahwa cara yang paling mudah merontokkan kesatuan bangsa ini adalah dengan cara mengadu domba dan mengeksploitasi sentimen sentimen berbau SARA terutama suku  dan agama.Hal ini dilakukan oleh mereka yang menginginkannya karena bangsa ini adalah bangsa yang majemuk, beragam suku dan beragam agama yang dianut.
Dalam waktu yang dekat ini tidak mungkin rasanya bangsa dan keutuhan NKRI dihancurkan oleh serbuan bersenjata pasukan asing. Hal ini tidak mungkin karena bisa menimbulkan reaksi internasional yang besar, munculnya perlawanan yang kuat dari dalam negeri serta butuh biaya besar. Karenanya untuk agenda seperti itu yang paling mudah dilakukan adalah melakukan adu domba sesama anak bangsa. Strategi mengadu domba sesama warga telah sukses digunakan oleh penjajah Belanda yang kita kenal dengan nama ” Devide et impera”.
Pertumbuhan teknologi  IT yang sangat pesat serta semakin besarnya pengguna gadget di negeri ini tentu dilirik dan dimanfaatkan oleh siapapun yang ingin mengobok obok kesatuan bangsa kita. Kelihatannya dari hari ke hari penggunaan media sosial untuk merusak rasa persatuan dan kesatuan ini semakin terasa efektivitasnya.
Aparat keamanan telah berhasil menangkap kelompok Saracen yang diduga melakukan kampanye penyebar ujaran kebencian yang bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan) di dunia maya. Kelompok ini menyediakan jasa penyebaran ujaran kebencian yang bermuatan SARA maupun hoax melalui media sosial.
Cara kerja sindikat Saracen tersebut yaitu penyebaran ujaran kebencian dimulai dari pembuatan konten yang dalam bentuk meme yang dapat berbentuk pranala, video, gambar, laman web, tagar atau kata kata. Sesudah meme dibuat lalu ditampung di dalam satu grup. Nanti dibuat meme lagi lalu dibuat grup lagi.
Setelah disebar di grup grup tersebut, para anggota Saracen lalu membantu menyebarkan didalam akun akun media sosial palsu yang mereka miliki. Setiap proyek ujaran kebencian kelompok Saracen ini memasang tarif hingga Rp.72 juta.
Dari uraian uraian tersebut dapat ditarik beberapa poin:
1) Saracen adalah sebuah organisasi atau sindikat yang bergerak dibidang penyebaran kebencian.
2) Mereka punya jaringan yang luas dan,

3) Semuanya itu dilakukan dengan motif ekonomi.

Tetapi rasanya tidak salah juga kalau mencoba melihat kemungkinan adanya dasar lain sehingga mereka melakukan hal tersebut .Yaitu adanya kekuatan yang membina dan memelihara kehadiran kelompok penyebar ujaran kebencian yang dimaksud.
Bukan tidak mungkin adanya kekuatan luar yang membina jaringan medsos dengan tujuan memecah belah bangsa ini atau sekurang kurangnya membuat bangsa ini melemah.
Untuk hal yang demikian diperkirakan ujaran kebencian yang ditebarkan melalui medsos punya andil yang cukup besar juga. Bahwa memang setiap ujaran kebencian yang disalurkan melalui jaringan Saracen harus dibayar tetapi bukan tidak tertutup kemungkinan jaringan ini dimanfaatkan oleh kekuatan luar yang menginginkan pudarnya semangat kebangsaan yang kita miliki.
Berkaitan dengan hal tersebut masyarakat menunggu pengungkapan nama mereka yang menjadi klien nya Saracen. Dengan pengungkapan nama nama tersebut akan diperoleh gambaran yang lebih utuh tentang siapa saja pelanggan mereka dan sekaligus juga memperoleh informasi tentang kemungkinan terlibat atau tidaknya kekuatan asing dalam permainan mereka.
Selalu tingkatkan Waspada dimana pun kita berada.
Salam Merah Putih
Salam Satu Indonesia
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *