RIBKA TJIPTANING PKI ?

RIBKA TJIPTANING RIBKA TJIPTANING

Ribka Tjiptaning murka karena dituduh sebagai PKI

Progress.org. Jakarta — Betapa anehnya fenomena yang terjadi belakangan ini, disaat Negara Indonesia sedang dihebohkan oleh maraknya aktifitas kegiatan yang berbau komunis, dan juga munculnya berbagai bentuk  Atribut Partai komunis Indonesia (PKI) yang lazim dikenal dengan kebangkitan Komunis Gaya Baru (KGB). Terjadi upaya dari kader PKI untuk melepaskan diri dari keterlibatanya sebagai keluarga besar PKI. Hal ini tentunya sebagai bentuk upaya yang dilakukan oleh kader PKI untuk mencari simpati masyarakat mengingat akhir-akhir ini kebangkitan KGB cukup banyak menjadi perbincangan public.

Ada beberapa kader yang pada mulanya sangat membanggakan bahwa dirinya sebagai anak PKI, belakangan ini berusaha untuk mengelak dari tuduhan tersebut bahwa dirinya bukan kader PKI, mereka seakan lupa atas pernyataan yang pernah di ucapkan dengan lantang dan tersebar melalui berbagai media. Pernyataan yang disampaikan adalah “AKU BANGGA MENJADI ANAK PKI”, pernyataan tersebut bahkan dituangkan dalam bentuk buku. Sehingga terkesan bahwa tidak sedikitpun adanya penyesalan atau perasaan bersalah bahwa orang tuanya telah melakukan kesalahan besar di Negeri ini.

Upaya penyembunyian diri dari label sebagai kader PKI, salah satunya ditunjukkan oleh kader PKI bernama Ribka Tjiptaning belakangan ini, dan secara kebetulan yang bersangkutan adalah yang membuat buku  berjudul “AKU BANGGA MENJADI ANAK PKI” dan satu lagi berjudul “ANAK PKI MASUK PARLEMEN” dan masih ada lagi yang lainya. Selain itu juga beredar video you tube tentang pernyataan Ribka Tjiptaning yang nyata-nyata menyatakan kesiapan PKI untuk bangkit. Fakta keberadaan PKI (Link Video Youtube):

Belakangan ini Ribka Tjiptaning merasa marah bahkan kemarahanya tersebut didukung oleh para Kader PDIP Sukabumi dengan meminta Dandim Sukabumi minta maaf, lantaran Ribka Tjiptaning dituduh sebagai PKI, padahal tuduhan seperti itu pernah diakui sendiri oleh yang bersangkutan dengan bangganya bahwa dirinya anak PKI dan masih banyak lagi fakta yang membuktikannya.

Ada apa sebenarnya fenomena ini….?

Memang akhir-akhir ini, upaya kamuflase sangat gencar dilakukan oleh para kader PKI, dengan harapan dan tujuan agar masyarakat lengah bahkan merasa tidak sadar kalau Kader PKI sedang melakukan aksinya untuk bangkit lagi di Negara Indonesia.  Selain penyembunyian diri sebagai Kader PKI, juga melakukan berbagai bentuk pernyataan/statemen yang menggiring public agar tidak lagi khawatir dan beranggapan bahwa PKI akan bangkit lagi, PKI telah mati dan lain sebagainya.

Kejadian di Sukabumi salah satu yang bisa dijadikan sebagai contoh upaya aktifitas Kader PKI dalam menyembunyikan statusnya agar tidak diketahui oleh public, padahal semua itu sudah sangat nyata, apapun bentuk penyembunyiannya tentunya masyarakat/public tetap saja mengetahui bahwa Ribka Tjiptaning adalah Kader PKI. Saya rasa kejadian di Banyuwangi juga masih teringat oleh kita semua bahwa Ribka Tjiptaning melakukan temu kangen para Kader PKI.

Tulisan ini, semoga bisa menjadi pegangan bagi semua masyarakat, bahwa masyarakat saat ini sedang dibodohi oleh para Kader PKI, dengan mencoba berbuat baik dan empati kepada masyarakat melalui berbagai bentuk kegiatan social. Hal tersebut memang menjadi sebuah celah dan peluang bagi kader PKI untuk masuk karena kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lemah. Perekonomian Indonesia yang semakin lama semakin menurun ini sengaja dimanfaatkan oleh para kader PKI untuk manampakkan pesona sehingga masyarakat bisa terpikat.

Percaya atau tidak, bahwa kondisi ekonomi semacam ini memang sengaja diciptakan oleh PKI sehingga masyarakat akan mudah dipengaruhi dan disusupi. Oleh karena itu, apakah dengan hanya diberi sembakau dan lain sebagainya, kita rela jika PKI berkembang dan bangkit lagi di Indonesia. Janganlah kita mempertaruhkan NKRI hanya dengan kebaikan yang dilakukan oleh para Kader PKI. Padahal jika PKI sudah nyata-nyata bangkit dan berkuasa, semua akan menjadi berubah.

Kita semua yakin tahu bahwa Negara dengan Ideologi Komunis, akan lebih sangat otoriter dibandingkan dengan idiologi lain apalagi ideologi Pancasila. Pancasila dan UUD 1945 adalah yang sangat tepat digunakan di Negara Indonesia, mengingat Indonesia terdiri dari beribu adat dan budaya serta beberapa Agama, sementara Idiologi Komunis adalah Atheis dan tidak mengenal Tuhan.  NKRI dengan Pancasila dan UUD 1945 Harga Mati. (SatriaNKRI)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *