Presiden RI Buka Kongres AACC Di Nusa Dua Bali

Kongres AACC Bali

Progrev.org, Bali – Kongres Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis se-Asia atau Association of Asian Constitutional Court and Equivalent Institution (AACC) resmi dibuka oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo pukul 09.00 WITA. Kongres AACC ke-3 ini mengusung tema “Pemajuan dan Perlindungan Hak-hak Konstitusional Warga Negara”.

Dalam amanatnya Presiden menyampaikan bahwa reformasi konstitusi di Inondesia sudah dimulai sejak tahun 1999 dan telah menempatkan Mahkamah Konstitusi pada posisi yang sangat strategis dan sejak saat itu MK mempunyai kewajiban untuk mengawal dan menjaga konstitusi negara Indonesia.

“Reformasi konstitusi di Indonesia dimulai tahun 1999 telah menempatkan Mahkamah Konstitusi pada posisi yang sangat strategis. Mahkamah Konstitusi berkewajiban mengawal dan menjaga konstitusi,” amanat Presiden dalam sambutan pembukaannya.

Presiden menambahkan “Saya yakin kongres ini akan menghasilkan terobosan bagi perkembangan demokrasi konstitusionalisme dan peradaban konstitusi serta bagi penegakan hukum yang menyejahterakan, yang memberi rasa aman dan rasa keadilan,”

Kongres AACC ke-3 yang dilaksanakan pada 8-14 Agustus 2016 akan mengangkat tema “Pemajuan dan Perlindungan Hak-hak Konstitusional Warga Negara”. Kongres pertama dilakukan oleh asosiasi di Korea Selatan pada Mei 2012 dan kongres kedua diselenggarakan di Turki pada April 2014.

Kongres tersebut merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan oleh asosiasi yang beranggotakan 16 negara se-Asia yaitu Indonesia, Afghanistan, Kazakhstan, Azerbaijan, Filipina, Pakistan, Tajikistan, Turki, Korea Selatan, Malaysia, Mongolia, Rusia, Thailand, Uzbekistan, Kyrgyzstan, dan Myanmar. Namun dalam kongres ke-3 AACC kali ini Pakistan dan Uzbekistan harus absen berhalangan datang.

Kongres tersebut memiliki tujuan untuk mempromosikan pembangunan demokrasi, aturan hukum, dan hak konstitusional di Asia melalui peningkatan pertukaran informasi dan pengalaman terkait konstitusional dan memperkuat kerja sama serta persahabatan di antara institusi konstitusional se-Asia.

Sebelum pembukaan oleh Presiden RI, Kongres didahului oleh Pertemuan Sekretaris Jenderal Anggota AACC (Secretary General Meeting) pada Selasa (9/8) dan Pertemuan Anggota AACC (Board of Members Meeting atau BoMM) pada Rabu (10/8). Kongres ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi terciptanya komitmen bersama negara-negara anggota AACC untuk memajukan dan melindungi hak-hak konstitusional warga negara.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Indonesia, Arief Hidayat, yang juga Presiden Association of Asian Constitutional Court and Equivalent Institution (AACC) mengatakan “Ada sejumlah pilihan mengenai bentuk sekretariat tetap AACC, pilihan pertama yang disepakati sebagian delegasi adalah joint permanent secretariat atau sekretariat tetap bersama yang berada di negara yang berbeda. Kedua, permanent secretariat atau sekretariat tetap di satu negara. Sedangkan pilihan ketiga, sekretariat dengan rotasi periodik,”

Secara umum para delegasi menyepakati pentingnya sekretariat tetap AACC. Dalam sesi pandangan umum, Sekretaris Jenderal MK Azerbaijan, Rauf Guliyev menyampaikan, Eropa sudah lebih dahulu membentuk Venice Commision sebagai sekretariat tetap. Dari pemaparan masing-masing delegasi, sebagian besar peserta menyepakati usulan sekretariat tetap bersama yang ditempatkan di dua negara, yakni Indonesia dan Korea, dengan pembagian tugas yang jelas. Isu bahasa kerja (working language) juga turut dibahas dalam pertemuan kali ini. Sejumlah negara mengusulkan, bahasa Rusia menjadi bahasa kerja untuk kegiatan-kegiatan resmi AACC. Seperti diketahui sejumlah negara yang menjadi anggota AACC merupakan negara pecahan Uni Soviet yang menggunakan bahasa Rusia sebagai bahasa resmi.

Pada 2014 lalu, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia terpilih menjadi Presiden AACC periode 2014-2016. Sebelum MKRI, Presiden AACC berturut-turut dijabat oleh MK Korea (periode 2010-2012) dan MK Turki (periode 2012-2014).

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *