Pertemuan Kedua Australia-Indonesia Ministerial Council on Law and Security

Australia-Indonesia Ministerial Council on Law and Security di Sydney

Setelah pertemuan pertama Australia-Indonesia Ministerial Council on Law and Security di Indonesia 21 Desember 2015 yang membahas tentang penanggulangan terorisme, keamanan siber (cyber security) dan operasi intelijen.

Progrev.org – Sydney, Pertemuan kedua Australia-Indonesia Ministerial Council on Law and Security di Sydney 8 Juni 2016 menyepakati Indonesia dan Australia tingkatkan kerjasama Intelijen dan mengatasi ancaman terorisme.

Delegasi Indonesia

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menko Polhukam Luhut Panjaitan, didampingi Kapolri Badrodin Haiti, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian, dan Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F Sompie.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut Luhut mengatakan bahwa contoh keberhasilan untuk mengatasi ancaman teroris adalah telah dilakukannya pemetaan terhadap gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Asia Tenggara yang dipimpin oleh Abu Bakar al-Baghdadi.

“Ada sekitar 500 orang Indonesia ada di Suriah dan mereka ingin mendirikan kekhilafan di Asia Tenggara, tapi kami berhasil untuk memetakan kehadiran mereka di sini dan kami juga bersama Australia saling bertukar informasi mengenai hal ini sehingga kami yakin dapat mengatasi masalah ini,” ungkap Luhut.

Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Australia berada di tingkat yang baik karena hubungan baik dengan komitmen dari masing-masing kepala negara yaitu Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malcolm Turnbull.

Menjawab pertanyaan adanya aliran dana untuk aksi terorisme yang dialirkan dari Australia ke Indonesia, Menkopolhukam mengatakan bahwa aliran dana ini sedang dalam investigasi kedua negara.

“Parlemen kami saat ini dalam proses menyelesaikan revisi UU Antiterorisme yang membolehkan aparat untuk melakukan penahanan terhadap orang atau kelompok yang dicurigai akan melakukan tindakan terorisme. Hal ini tidak dibolehkan dalam UU yang lama. Kami harap proses revisi dapat rampung bulan depan,” ujar Luhut.

Delegasi Australia

Delegasi Australia dipimpin Jaksa Agung Australia George Brandis yang didampingi Menteri Kehakiman Australia yang juga menjabat sebagai Menteri Khusus Urusan Terorisme Australia Michael Keenan dan dan juga mantan Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty yang saat ini menjawab sebagai Koordinator Badan Nasional Anti Terorisme Indonesia.

Sementara Menteri Kehakiman yang juga menjabat sebagai Menteri Khusus Urusan Terorisme Michael Keenan menyatakan Indonesia dan Australia sama-sama mengahadapi ancaman organisasi teroris internasional .

“Kita menghadapi organisasi teroris di Timur Tengah yang terang-terangan menyatakan perang terhadap negara-negara lain, dan menyerang teman dan tetangga kita. Kerja sama ini untuk merespon ancaman mereka. Ini adalah kesempatan kami juga untuk belajar mengenai penerapan hukum, kerja sama intelijen dan kami akan terus berkolaborasi,” kata Keenan

Kedua belah pihak mengatakan pertemuan ini sudah mencapai hasil konkret.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *