Penyanyi Dangdut Imam S Arifin Dipasok Sabu Oleh Polisi Dan Anggota Perbakin

ImamS Arifin

Penyanyi Dangdut Imam S Arifin kembali ditangkap Karena Diduga pemakai dan pengedar Narkoba jenis Sabu dan ternyata pemasoknya adalah anggota Polisi.

Progrev.org – Jakarta, Sabtu (27/8/2016) pukul 16.00 WIB Jajaran Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat kembali menangkap penyanyi dangdut senior Imam S. Arifin di kamar nomor 3, Lantai 17, Tower Selatan, Apartemen Crysan, Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Saat penangkapan Imam S Arifin tertangkap tangan sedang mengkonsumsi Narkoba jenis Sabu.

“Dia ditangkap di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Pusat,” kata Kepala Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Herru Julianto. Imam ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin Ajun Komisaris Mansyur Busairi. Dia ditangkap saat sedang mengkonsumsi narkoba di dalam apartemennya, Kamar 03, Lantai 17, Tower Selatan Apartemen Crysan, Jalan Rajawali Selatan, Jakarta Pusat.

Imam Arifin

Polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 0.336 gram, alat timbangan digital, alat hisap dan cangkong.

Kepada polisi, Imam mengaku mendapat sabu seberat 0,36 gram dari seorang pengedar di sebuah bedeng komplek Pergudangan Blok O, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Suhermanto di Mapolres Metro Jakarta Barat mengatakan Pemasok sabu kepada Imam S. Arifin diketahui seorang Polisi anggota Satwil Jakarta Pusat, Ditlantas Polda Metro Jaya, Brigadir Hadi.

Setelah memperoleh keterangan dari Imam S. Arifin Polda Metro Jaya melakukan upaya pengejaran yang dipimpin oleh Iptu Anggoro beserta lima anggota Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat dan berhasil menangkap Bripka Hadi.

Ditemukan KTA Polri dan Perbakin

Dalam penangkapan Bripka Hadi polisi mengamankan sepucuk pistol air soft gun jenis Revolver 733 berikut 6 butir peluru dan sebuah KTA Shooting Club Patriot Perbakin, serta KTA Polri.

Karena diduga melakukan tindak pidana narkotika, Bripka Hadi pun diperiksa urinenya. Hasilnya positif mengandung zat metafetamin yang biasa terkandung dalam narkotika jenis sabu dan zat THC yang terdapat pada ganja.Terbukti positif mengkonsumsi sabu dan ganja, Bripka Hadi selanjutnya dibawa ke Subbidprovos Bidpropam Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan.

Tersangkan diancam dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *