Minta Situs Google dan Youtube di Blokir, Malah Situs ICMI Diretas

ICMI di Hack

Tanggal 5 Juni 2016 kemaren ICMI meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kemeninfo untuk menutup dan memblokir situs Google dan Youtube namun malah situs ICMI sendiri yang kena retas.

Progrev.org – Jakarta, SekJen ICMI, Jafar Mafsah, yang meminta pemerintah melalui Kemeninfo untuk memblokir Google dan YouTube dengan alasan kedua situs tersebut dianggap berperan dalam menyebarluaskan konten-konten pornografi mendapat kecaman dari salah satu netizen yang berhasil meretas situs icmi.or.id

Inject DDoS

Adalah seorang cracker dengan akun Anonymous0536 berhasil masuk dalam konten icmi.or.id dan menginjectkan sebuah serangan DDoS ke dalam situs tersebut. Sehingga tampilan dari situs ICMI tidak bisa dilihat sebagaimana semestinya dan terlihat down saat ini.

Apabila kita ketikkan kata ICMI dalam search engine google.com maka akan diperoleh kata-kata “Home – Hacked by Anonymous0536 – ICMI Official Web“. Di bagian deskripsi situs ICMI, Anonymous0536 juga menuliskan kritikannya dan “ICMI Desak Pemerintah Tutup Youtube dan Google. 07-Jun-2016 0 comment. Improve your security first, baru ngomongin blokir Google,”.

Pakar keamanan cyber dari vaksincom, Alfons Tanujaya “Hacking ini kemungkinan besar berhubungan dengan komentar dari salah satu pengurus ICMI untuk blokir Youtube dan Google,”

Serangan DDoS

DDoS sendiri adalah jenis serangan dengan mengirimkan paket trafik dalam jumlah besar ke server dengan tujuan membuat beban kerjanya berat sehingga server down atau rusak. Kelemahan serangan ini adalah harus dilakukan secara masif dan berkelompok, tidak bisa secara individu. Sehingga besar kemungikinan bila Anonymous0536 adalah sebuah grup hacker.

Sebelumnya, ICMI sempat mengumumkan permintaan untuk memblokir Google dan YouTube. Salah satu alasannya adalah soal konten pornografi serta kekerasan yang bisa diakses melalui kedua layanan.

Namun, permintaan tersebut sudah pasti ditolak oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika karena nyatanya Google dan YouTube hanyalah alat, bisa dimanfaatkan untuk tindak positif atau negatif tergantung pemakai. Pemblokiran mestinya diarahkan pada konten negatif saja, bukan pada alat pengaksesnya.

Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informasi tak mungkin memblokir layanan mesin pencari Google dan YouTube.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *