Masyarakat Poso : Kenapa Santoso Dicap Teroris Sementara Papua yang Ingin Merdeka Bukan Teroris?

Pertemuan Tim Pansus Dengan Masyarakat Poso

progrev.org-Poso, Ketua Pansus Revisi Undang-undang (RUU) Tindak Pidana Terorisme DPR-RI, Muhammad Syafii disaat kunjungan kerjanya ke Poso sempat berdialog dengan sekitar 50 orang undangan yang terdiri dari aparat pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh Pemuda Poso hadir dalam pertemuan bersama Pansus RUU Terorime. Acara diselenggarakan Kamis 21 Juli 2016 di Gedung Torulemba dimulai sekitar pukul 14.30 WITA.

Dari hasil dialog dengan para tokoh masyarakat se-Kabupaten Poso, Syafii menyimpulkan bahwa mereka menganggap teroris hanyalah stigmatisasi terhadap Islam, sekaligus mempertanyakan kenapa kasus di Papua tidak dimasukan dalam kategori teroris.

“Mereka kemudian menolak kalau kata teroris itu hanya stigmatisasi terhadap Islam , mereka ambil kasus kenapa peristiwa kecil begini disebut teroris sedangkan Papua yang ingin merdeka dan memakan korban besar tidak pernah disebut teroris. Kalau seperti ini undang-undang yang akan dibahas mending tidak usah lah,” ujar Syafii.

“Kita ingin undang-undang itu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Karena itu semua pasal yang ada di situ arahnya harus melindungi bangsa. Tidak kemudian seperti rancangan RUU Tindak Pidana Terorisme ini, tidak ada definisinya apa itu teroris,”

Syafii juga mengatakan masyarakat Poso mempertanyakan kenapa Santoso dicap teroris sementara Papua yang ingin merdeka tidak dicap teroris ?. Ia menyampaikan bahwa Santoso menjadi besar karena dibesar-besarkan oleh media. Sehingga, bahaya Santoso ini seolah-olah bahayanya lebih besar dari Papua yang mau merdeka. Padahal di Poso kondisinya sangat aman dan kondusif.

“Jika Anda menghasut negara ini supaya merdeka misalnya di Poso ini, Anda minta bantuan asing (untuk) dikasih senjata, dikasih uang, Anda tidak disebut teroris. Itukan tidak melindungi bangsa malah melindungi bangsa lain. Itu menurut saya. Nah ini yang harus kita luruskan dengan RUU ini,” tegasnya.

Dalam acara pertemuan masyarakat Poso dengan Tim Pansus, terlihat masyarakat Poso antusias dengan rancangan UU Terorisme yang akan dibahas tersebut bahkan masyarakat Poso juga memberikan beberapa masukan kepada Tim Pansus RUU Terorisme.

“Namun setelah kita jelaskan kontent rancangan UU yang akan kita bahas, mereka antusias bahkan akan memberikan masukan-masukan yang akan menjadi data kita. Tadi banyak yang menanyakan email kita,” imbuhnya.

Pertemuan itu berakhir seiring kumandang azan Maghrib, sekitar pukul 18.00 WITA. Selain Poso, Pansus juga mengunjungi Solo dan Bima.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *