Mantan Petarung Mixed Martial Arts Ditembak Mati Polisi

Amokrane Sabet MMA

Amokrane Sabet mantan petarung Mixed Martial Arts (MMA) harus mengkahiri hidupnya di Bali karena berusaha melawan Polsek Kuta Utara ketika hendak ditangkap dan dideportasi oleh pihak Imigrasi Bali.

Progrev.org, Bali – Penangkapan yang dilakukan oleh Polsek Kuta Utara bersama pihak imigrasi untuk menangkap dan mendeportasi Pria WNA Perancis bernama Amokrane Sabet (49 tahun) yang masa tinggalnya 27 September 2015 sudah habis tersebut mendapatkan perlawanan yang sengit. Ketika dilakukan proses penangkapan Amokrane Sabet melawan sambil membawa sebuah pisau belati miliknya dengan kata-kata “shoot me shoot me…” kepada Polisi, Polisi pun sempat mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan ke udara namun Amokrane Sabet seolah-olah ingin bertarung dengan Polisi dengan berlari dan menikam seorang anggota Polisi bernama Aiptu A.A. Putu Sudiarta sebanyak 8 kali tusukan hingga tewas. Anggota Polisi yang lain pun segera melakukan tembakan sebanyak 14 kali tembakan yang mengarah kepada Amokrane Sabet sehingga Amokrane petarung MMA yang terkenal dengan nama Kiane Sabet harus mengakhiri hidupnya di Bali selamanya.

Amokrane selalu meresahkan dan mengancam masyarakat sekitar

Awal mula kejadian tersebut bermula ketika adanya laporan masyarakat di sekitar wilayah wisata Badung, Berawa dan Seminyak-Kuta, yang merasa terancam dengan kehadiran Amokrane Sabet yang selalu mengancam dan meresahkan masyarakat sekitarnya serta bahkan mau meminjam istri orang disekitarnya. Beberapa tindakan yang meresahkan masyarakat sekitar yaitu memakai fasilitas pariwisata tanpa pernah mau membayar, ugal-ugalan saat mengendarai mobil, makan di restoran tanpa membayar serta sering menyakiti perempuan.

Bendesa Adat Canggu, I Nyoman Sujapa menceritakan, penangkapan Polisi ini juga bagian dari pengaduan masyarakat. Polisi sudah memberikan peringatan-peringatan yang tidak dihiraukan pelaku. Menurut Nyoman Sujapa, Amok sering membuat keributan, kata-katanya kasar, dan info terbaru jika belanja di mini mart atau restoran tidak pernah membayar.

Atas dasar laporan masyarakat tersebut Polsek Kuta Utara berinisiatif mengirimkan surat panggilan hingga dua kali. Namun surat panggilan tersebut dirobek oleh Amokrane Sabet sehingga Polsek Kuta Utara dengan 25 anggota bersama dengan pihak imigrasi berniat untuk melakukan penangkapan dan deportasi terhadap Amokrane Sabet.

Amokrane Sabet Petarung MMA

Amokrane Sabet merupakan Turis WNA Perancis yang ijin tinggalnya telah selesai sejak 27 September 2015 merupakan salah satu mantan atlit petarung Mixed Martial Arts (MMA) pada tahun 1999 hingga 2011, dari klub London Cage Fighters. Di MMA Amokrane lebih dikenal dengan nama Kiane Sabet. Selain itu Amokranme Sabet pernah membintangi film berjudul “K” tahun 2009.

Rachel Maryam menyesalkan penembakan Kiane Sabet

Artis yang juga politisi Partai Gerindra Rachel Maryam menyesalkan penembakan Kiane Sabet. “Polisi seharusnya tidak boleh menembak mati Amokrane Sabet yang sudah terkapar dan berhasil dilumpuhkan,” tulis Rachel di akun Twitter ‏@cumarachel.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *