Ketua Umum PB NU tentang Aksi 313, Jangan Bawa Nama Tuhan dalam Kampanye

Ketua Umum PB NU tentang Aksi 313, Jangan Bawa Nama Tuhan dalam Kampanye
Ketua Umum PB NU tentang Aksi 313, Jangan Bawa Nama Tuhan dalam Kampanye
Progrev.org.com. Hari ini,Jum’at ,31 Maret 2017 ada aksi Ummat Islam yang inti tuntutannya agar Ahok dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur DKI serta untuk memenangkan Muslim sebagai Gubernur DKI pada Pilgub 19 April yang akan datang .
Titik kumpul massa di Mesjid Istiqlal dan sesudah melaksanakan Sholat Jum’at akan mengadakan longmarch Istiqlal-Jl Medan Merdeka Timur -Jk Medan Merdeka Selatan-Patung Kuda-Jl Medan Merdeka Barat-berpusat di depan Istana Merdeka .Didepan Istana Merdeka akan dilaksanakan orasi yang meminta agar Pemerintah mencopot Ahok dari jabatannya karena status hukumnya sudah menjadi terdakwa pada kasus penistaan agama.Aksi ini dikordinir oleh Front Ummat Islam (FUI). Menurut Muhammad Al Khaththath,Sekjend Front Ummat Islam (FUI) ,aksi ini minimal akan diikuti oleh 100.000 orang bahkan bisa lebih.
Berkaitan dengan aksi ini sebahagian Ummat Islam khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) tentu menunggu sikap dari Pengurus Besar NU dan memang Said Aqil Siraj ,Ketua Umum PBNU telah menyatakan sikapnya sebagaimana yang ditayangkan oleh Kompas Tv. Said Aqil menyatakan jangan bawa Tuhan dalam kampanye Pilgub.Kalau anda tidak senang Ahok jangan pilih dan kalau senang Anies silakan pilih.Ketua Umum Ormas Islam terbesar ini selanjutnya menyatakan kalau ada yang membawa Tuhan dalam kampanye dan ternyata nantinya yang dikampanyekan itu berbuat kesalahan bagaimana jadinya sedangkan nama Tuhan telah dibawa bawa untuk memenangkannya.
Selanjutnya dikatakannya sikap ini bukan karena NU mendukung Ahok tetapi semata mata karena ketidak setujuannya Tuhan dibawa untuk mengkampanyekan pasangan tertentu. Sebelumnya ketika kepadanya ditanyakan apakah NU mendukung aksi yang dikordinir Front Ummat Islam ini,Said Aqil bertanya kembali ,apa itu FUI dan NU bukan anggota Front tersebut dan NU dengan anggota sekitar 60 juta jiwa jauh lebih besar dari FUI .Kemudian dipertegasnya NU tidak mendukung Aksi 313.
Diperkirakan sikap NU ini akan kembali mendapat kecaman dari sekelompok Ummat Islam sebagaimana cercaan dan kecaman yang diterimanya karena tidak mendukung Aksi Bela Islam I,II dan III. Karena tidak mendukung aksi aksi tersebut banyak sekali kalimat kalimat pedas yang dikemukakan kepada organisasi yang didirikan tahun 1926 ini seperti ,pendukung Ahok,tidak mencintai Al Qur’an,lebih mencintai pemeluk agama lain ,lebih mengutamakan NKRI dari pada Islam,kurang berani,sudah masuk angin dan berbagai komentar kasar lainnya. Untuk kader kader NU yang mendengar kalimat seperti itu tentu merasa tidak enak bukan hanya kepada orang yang mengucapkan kalimat itu tetapi juga kepada PB NU dalam hal ini Said Aqil Siraj,Ketua Umum PB NU karena dinilai kurang berani bersikap atau terlalu menjaga hubungan dengan istana.Perasaan tidak nyaman itu juga muncul oleh karena para kader NU sering disindir oleh para aktivis pendukung aksi bela islam dengan tuduhan terlalu patuh kepada pengurus besarnya.
Argumentasi mereka diperkuat lagi karena Ahok,si penista agama sudah memperlakukan KH Ma’ruf Amin ,Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI) yang juga Rois Am PBNU pada sidang pengadilan 31 Januari yang lalu di sidang pengadilan negeri Jakarta Utara.Pertanyaan yang mereka lontarkan ialah kenapa NU masih saja membela Ahok sedangkan ia sudah bertindak tidak senonoh kepada Rois Am PB NU. Untuk sahabat sahabat para kader NU yang merasa terganggu dengan sikap PBNU serta untuk teman seagama yang memandang negatif terhadap NU selayaknyalah kita memahami dengan jernih alur pikir yang dikemukakan Said Aqil Siraj berkaitan dengan aksi 313. Pertama,NU tidak ingin membawa nama Tuhan untuk kepentingan pilgub DKI.Pilgub adalah peristiwa demokrasi dan ada kaedah serta norma yang mengatur penggunaan hak hak demokrasi itu . Kedua,silakan jangan pilih Ahok kalau anda tidak senang kepadanya serta pilihlah Anies kalau bersimpati terhadapnya. Ketiga,penggunaan nama Tuhan untuk kepentingan politik sesaat seperti untuk memilih figur tertentu akan bisa menimbulkan akibat lain apabila nanti sosok yang dipilih itu melakukan tindakan yang tidak baik. Keempat,NU sangat konsisten menjaga keutuhan NKRI dan apabila nama Tuhan dibawa ke ranah politik akan dapat mengganggu eksistensi NKRI yang kita banggakan oleh karena bangsa ini hidup dalam kemajemukan. Kelima,NU tidak mau terlibat dalam politik praktis terutama sebatas berkaitan dengan memenangkan atau tidak memenangkan satu pasangan calon tertentu. Keenam,NU bukan menolak unjuk rasa tetapi aksi aksi yang dilakukan haruslah bersifat strategis dan universal .
Dengan menyimak dan merenungkan alur pikir yang demikian kita para kader dan penggerak NU mudah mudahan memperoleh pencerahan.Memang untuk menegakkan prinsip dasar organisasi adakalanya tidak mudah tetapi prinsip itu harus tetap diperjuangkan dan ditegakkan. Salam Persatuan!

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *