Gaji 11 ABK di Inggris Tak Dibayar, Kemenlu Tuntut Perusahaan

Pelabuhan Inggris

Nasib 11 ABK asal Indonesia di Inggris terlantarkan akibat perusahaan mereka bekerja belum membayarkan gaji selama 4 bulan.

Progrev.org, Newport – 11 Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia terjebak di Newport, Wales, Inggris. Tak hanya itu, gaji para ABK selama 4 bulan juga tidak dibayarkan.

Perusahaan yang mempekerjakan para ABK di kapal Sunflower mengalami kesulitan finansial. Hal itu menjadi alasan perusahaan tak memberikan hak para ABK, bahkan tak bisa memulangkan ke negara asal.

Pihak Kementerian Luar Negeri yang telah mendengar kabar tersebut langsung merespon. Kemenlu langsung memerintahkan KBRI di London untuk menghubungi perusahaan yang mempekerjakan para ABK dan memperjuangkan hak para ABK.

Pihak Kemenlu sudah memastikan bahwa seluruh ABK yang ada di Inggris dalam keadaan selamat dan sehat walaupun mereka tidak menerima gaji selama 4 bulan akibat perusahaan mereka bekerja kesulitan finansial. Hal tersebut mengundang banyak pihak untuk tergerak dalam membantu nasib dari keempat ABK tersebut di Inggris. Melalui KBRI London pemerintah Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri sudah memerintahkan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di London untuk mencari informasi lengkap terkait keberadaan para ABK tersebut sehingga pihak Kementrian Luar Negeri bisa mengambil sikap tegas terutama terhadap tempat perusahaan ABK tersebut bekerja. Diaharapkan keberadaan Kedutaan Besar Rebulik Indonesia di London dapat membantu para ABK tersebut dalam menuntut gaji mereka dibayarkan.

“Kejadian itu menjadi perhatian kita, pihak KBRI London akan menuntut hak ABK ke pihak perusahaan. Kami juga akan memastikan seluruh ABK dalam keadaan aman,” kata Jubir Kemenlu, Arrmanatha Nasir di Crematology Coffe Roaster, Jl Suryo 25, Jakarta Selatan.

Namun hingga saat ini, pihak Kemenlu belum bisa mengambil sikap terkait apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, pihak KBRI London masih terus berusaha untuk mencari informasi lengkap terkait keadaan para 11 ABK tersebut.

“Kami akan lihat dulu apa yang bisa dilakukan, masih menunggu konfirmasi dari KBRI London,” jelas Arrmanatha.

11 ABK sudah beberapa waktu terjebak di Inggris. Pihak perusahaan yang memperkerjakan mereka tidak memberi kejelasan kapan gaji para ABK akan dipenuhi.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *