Dwi Kewarganegaraan Ancam Keamanan dan Kedaulatan NKRI

Pasport Dwi Kewarganegaraan

Wacana Pemerintah menginginkan percepatan RUU Dwi Kewarganegaraan untuk disahkan dapat menjadi ancaman bagi keamanan dan kedaulatan Republik Indonesia

Progrev.org, Jakarta – Hal tersebut disampaikan oleh pengamat sosial politik Rahman Sabon Nama. Rahman mengingatkan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo agar lebih berhati-hati terkait rencana pemerintah mempercepat RUU Dwi Kewarganegaraan paska skandal pengangkatan Warga Negara Amerika asal Indonesia Arcandra Tahar (AT) sebagai Menteri ESDM dan kasus Gloria Natapradja Hamel yang gagal menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Nasional.

Gloria Archandra dwi kewarganegaraan

Menurut Rahman Sabon Nama, Tiongkok dan Yahudi/Amerika sangat berkepentingan terkait RUU Dwi kewarganegaraan.Hal ini yang ditunggu oleh diaspora Yahudi/Amerika dan Tiongkok, karena merupakan bagian terpenting dari upaya Tiongkok untuk mencapai tiga tujuan utama dari kebijakan politik luar negerinya.

Tiga Tujuan Utama Tiongkok

“Menurut saya, ini (disahkannya RUU Kewarganegaraan Ganda) merupakan bagian terpenting dari upaya Tiongkok untuk mencapai tiga tujuan utama dari kebijakan politik luar negerinya. Beijing menginginkan kekuatan, pengaruh dan status untuk mempertahankan diri dalam percaturan perubahan dunia, dan tentu yang terpenting adalah kekayaan,” ujar Rahman Sabon

Beijing menginginkan kekuatan/pengaruh dan status untuk mempertahankan diri dalam percaturan perubahan dunia, dan tentu yang terpenting adalah kekayaan.Untuk memenuhinya, Beijing mencatat dengan baik semua sumber daya yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan-tujuan kebijakan politiknya baik domestik maupun luar negeri. Oleh karena itu, RUU Dwi kewarganegaraan ini adalah merupakan capaian target pemerintah Beijing, sehingga Indonesia dijadikan sebagai target untuk konsolidasi menyatukan 35 juta penduduk China perantauan dalam upaya mencapai tujuan-tujuan politiknya.

“Makanya, saya melihat RUU Kewarganegaraan Ganda ini merupakan capaian target pemerintahan Beijing, sehingga Indonesia dijadikan sebagai target untuk konsolidasi menyatukan 35 juta penduduk China perantauan dalam upaya mencapai tujuan-tujuan politiknya,” ujar pria yang juga Ketua Umum APT2PHI ini.

Ada tiga tujuan utama kebijakan Tiongkok soal China perantauan di abad ke-21 yang harus sukses yaitu ekonomi, budaya dan politik. Dengan demikian perlu diwaspadai, jaringan China perantauan di Indonesia memainkan peranan penting untuk ikut memodernisasi negara Tiongkok, oleh karena mereka sangat menghormati tujuan ekonomi Beijing.

“Dari jutaan Cina perantauan di dunia khususnya di Indonesia, menjadi andalan pemerintahan Beijing. Mereka ini mengusai sekitar 70% perekonomian dan jaringannya telah masuk dalam struktur kekuasaan baik di pemerintahan maupun di parlemen. Mereka berperan melaksanakan misi pemerintahan Beijing dengan menguasai perekonomian dan masuk ke struktur politik Indonesia. RUU Kewarganegaraan Ganda bisa jadi pintu masuknya. Kita mesti hati-hati,” tegasnya.

Jebakan Politik

Rahman berharap agar pemerintah tidak ceroboh dan lebih bijaksana mempertimbangkan aspek keamanan, ekonomi dan aspek sosial budaya, karena sejak Indonesia merdeka hingga kini tidak menganut Dwi Kewarganegaraan, karena kurang bermafaat buat kepentingan NKRI. Jangan sampai pemerintah salah dan keliru terkait kebijakan RUU Dwi Kewarganegaraan ini,karena akan berdampak menjadi catatan buruk sejarah bangsa, bahkan pemerintah telah menjerumuskan bangsa dan negara ini ke dalam jebakan politik asing China dan Yahudi/Amerika.

“Harus disadari oleh semua komponen bangsa bahwa jaringan warga negara Cina perantauan adalah agen yang sangat dibutuhkan oleh Pemerintahan Beijing dalam persoalan reunifikasi Cina dan kasus Taiwan,” Ujar Rahman menambahkan.

RUU Kewarganegaraan

Jika RUU Kewarganegaraan Ganda sampai lolos akan menjadi catatan kekam sejarah politik Indonesia bahwa Pemerintahan Jokowi telah menjerumuskan bangsa dan negara ini ke dalam jebakan politik asing China.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *