DPR Geram Pembangunan smelter di Gresik diputus kontrak oleh Freeport

1410268616665059003326238765984948397469_freeport

MoU antara Freeport dengan Petrokimia tentang pembangunan smelter di Gresik telah diputus kontrak atau tidak diperpanjang oleh Freeport.

Progrev.org, Jakarta – Anggota Komisi VII Eni Maulani Saragih geram dengan ulah PT Freeport Indonesia yang berjanji akan membangun smelter (fasilitas pemurnian bijih mineral ) di lahan milik Petrokimia Gresik, Jawa Timur ternyata ingkar janji bahkan MoU kontrak kerja antara Freeport dengan Petrokimia telah diputus kontrak dan tidak diperpanjang oleh PT Freeport.

“Waktu kemarin saya reses, saya ketemu dengan salah satu direksi Petrokimia. Kita kan tahu semua bahwa Freeport punya kerjasama dengan Petrokimia. Ketika rapat di Komisi VII DPR, Freeport selalu mengatakan akan memakai lahan Petrokimia untuk membangun smelter, dan pada kenyataannya waktu saya reses itu saya tanya kepada direksi Petrokimia, ternyata MoU itu tidak diperbarui atau tidak diperpanjang. Jadi tidak mungkin smelter dikerjakan seperti yang dijanjikan Freeport dengan lahan yang habis kontrak,” ujar Eni dalam rapat kerja dengan pihak Kementerian ESDM di ruang rapat Komisi VII DPR RI Jakarta. Kamis (01/09/2016).

Eni menambahkan pihak Petrokimia sendiri yang menjelaskan tidak diperpanjangnya MoU lantaran Freeport mengaku tidak mendapat jaminan dari pemerintah bahwa akan memperpanjang kontrak perusahaan tambang itu yang habis pada 2021.

“Akhirnya Freeport belum memperbaru kerjasama dengan Petrokimia,” ungkap Eni.

Eni menjelaskan, proyek smelter PT Freeport merupakan kewajiban bagi pemegang izin usaha pertambangan sesuai dengan UU(Undang-Undang) Nomor 4 tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batu bara untuk dibangun di dalam negeri.

Keputusan pembangunan pabrik Smelter PT Freeport di lahan milik Petrokimia Gresik, sesuai dengan harapan Komisi VII DPR RI yang membidangi ESDM (Energi Sumber Daya Mineral). Sebelumnya, komisi tersebut menginginkan agar proyek Smelter Freeport segera dibangun di Kabupaten Gresik. Lokasinya, di lahan milik PT Petrokimia Gresik.

Sementara itu Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengaku sejauh ini Pemkab Gresik merasa belum ada perkembangan dan pembahasan konkret dari management PT Freeport dalam pembangunan Smelter di Gresik.

Sebelumnya PT Freeport Indonesia dikabarkan akan membangun smelter di lahan seluas sekitar 70-100 hektare milik PT Petrokimia Gresik. Melalui nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 22 Januari 2015, Freeport sempat merencanakan kerja sama penggunaan lahan selama 40 tahun.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *