Di Balik Kesuksesan Ahok Pimpin Jakarta

Fenomena Ahok

Progrev.org, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selama ini memang dikenal akan ketegasannya untuk mengurusi sejumlah kerumitan yang ada di DKI Jakarta, Sosok yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat ditengah minimnya sikap kepemimpinan yang tegas dan cepat bertindak dalam menyelesaikan permasalahan Jakarta yang rumit dan pelik.  Telah banyak keberhasilan yang ditorehkan oleh seorang Ahok, keberhasilan yang diklaim Ahok saat memimpin Jakarta diantaranya banyak warga bantaran kali maupun lahan negara yang berhasil direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa), bertambahnya jumlah jalan inspeksi dan normalisasi sungai, sungai-sungai utama di Jakarta bersih dari tumpukkan sampah, angka putus sekolah di DKI Jakarta menurun, penggusuran permukiman warga di Kalijodo berjalan lancar yang akan difungsikan sebagai taman kota, Jaminan kesehatan bagi warga Jakarta dan masih terdapat lagi rencana yang akan dilancarkan Ahok guna membangun dan mewujudkan Jakarta yang tertib dan indah.  Hal itu merupakan dambaan setiap warga Jakarta dan Masyarakat Indonesia pada umumnya mengingat Jakarta sebagai Ibukota Negara.

Namun dibalik keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai seolah membuka peluang bagi para pebisnis/Konglomerat Asing China (Taipan) untuk berinfestasi mencoba merubah tampilan Jakarta seperti duplikatnya singapura.  Dengan dalih itu para Taipan seakan berlomba untuk menjadikan Jakarta sebagai Singapura kedua.  Mulai reklamasi PIK, penggusuran pasar ikan luar batang, reklamasi ancol yang notabene akan dibuat puluhan pulau baru di wilayah Ancol sebagai serambi Jakarta.  Perlu dicermati hampir semua pembangunan di Jakarta di bangun oleh para pengembang dari Taipan-taipan China yang kemungkinan ada konspirasi Asing yang tidak pernah tersentuh dan terpikirkan oleh Pribumi, karena serasa terbuai oleh pendekatan yang mereka lakukan.  Semua lini mereka dekati mulai Eksekutif, Yudikatif, Legislatif, Polri bahkan Pasukan Khusus TNI dikerahkan untuk memperlancar aliran sungai yang tersumbat kabel.

Disisi lain warga korban penggusuran yang dilakukan Ahok menyisakan permasalahan baru, mereka seakan diusir dari rumah dan tanah kelahiran mereka sebagai tempat mereka mencari nafkah. Sementara Trending topic terkini bahwa Ahok terlibat ke pusaran dugaan korupsi pembelian lahan RS. Sumber Waras dan proyek reklamasi pantai Ancol yang juga menyeret Bos Agung Podomoro Land (APL). Hal itu dinilai dari sebagian masyarakat hanya merupakan bagian dari dinamika politik menjelang pemilihan DKI 1.

Kontribusi para pengembang dalam membangun Jakarta hampir dikuasai oleh para Taipan-taipan dari China diantaranya Agung Sedayu Group, Salim Group, Agung Podomoro Group, Sinar Mas dan Agung Podomoro Land. Walaupun sudah bermetamorfosa seolah menjadi nama pribumi, namun tetap saja Ir. Ciputra adalah Tjin Hoan, Sudono Salim adalah Liem Soe Liong, Sugianto Kusumo adalah Aguan,  Trihatma Kusuma Haliman dan Ariesman Widjaja, serta Basuki Tjahaja Purnama tetap saja juga sebagai Ahok.

Berbagai spekulasi pemikiran terbersit di benak masyarakat, bahwa keberhasilan ahok tidak bisa dipungkiri, namun disisi lain keberhasilan itu untuk siapa ??? apakah untuk pribumi yang terusir dari tanah kelahirannya ???, apakah para Taipan yang memiliki kekayaan sehingga dia bisa berbuat apapun juga ????, mengingat nantinya jika Jakarta berwujud sebagai Singapura kedua seperti grand design para taipan-taipan China. Bagaimana nasib si Doel, Atun, Mandra, Karyo, Nunung, Aminah, Zaenab, dan banyak lagi warga yang merasa dirugikan akibat design konspirasi asing. Betawi akan tinggal cerita yang lambat laun akan dilupakan, bahkan pribumi baru bisa melihat laut jika bisa membeli apartemen, rumah mewah, atau menyewa hotel dari para Taipan yg dapat izin reklamasi dari Ahok.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *