Apa yang Mengancam Indonesia?

Teror adalah usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan
Teror adalah usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan
Progrev.org. Indonesia memang bukan negara dengan kemampuan militer yang diakui level internasional jika diadu dengan Amerika Serikat, Rusia, dan Cina. Namun demikian, kemampuan militer yang dapat diandalkan wajib dimiliki sebuah negara. Kemampuan militer tersebut setidaknya dapat secara efektif beroperasi disaat ancaman mulai mendekat.
Adapun ancaman terhadap kedaulatan Indonesia dikategorikan menjadi dua: ancaman aktual dan ancaman potensial. Konteks ancaman aktual meliputi ancaman yang memerlukan penanganan mendesak, mengingat ancaman tersebut telah, sedang, dan akan terjadi setiap saat, yang tidak dapat diprediksi secara pasti karena dimensi waktu yang bergerak cepat serta dapat merambah dari lokal, nasional, regional, dan global.
Kategori yang termasuk dalam ancaman aktual antara lain: terorisme, gerakan separatisme, konflik perbatasan, bencana alam, serangkaian aktivitas illegal (kebanyakan terjadi pada daerah terpencil dan perbatasan yang kurang pengawasan), konflik horizontal, kejahatan siberrmetik, dan ancaman lainnya yang terbungkus dalam kejahatan perang asimetris.
Di sisi lain, yang dikatakan ancaman potensial merupakan ancaman yang akan terjadi dan waktunya dapat diprediksi meskipun eskalasi waktu dan potensi ancaman cukup besar. Ancaman potensial ini seputar pemanasan global, pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit pandemik, krisis finansial, agresi militer, dan kelangkaan air bersih dan pangan.
Di antara rangkaian ancaman aktual dan potensial tersebut, perlu digarisbawahi dua isu yang tingkat ancamannya dinilai paling mengkhawartikan keutuhan kedaulatan Indonesia, yaitu konflik perbatasan dan kejahatan perang asimetris. Bagaimana tidak? Indonesia berbatasan darat dan laut dengan sepuluh negara semisal: Malaysia, Singapura, Papua Nugini, Thailand Kepulauan Palau, Filipina, Vietnam, Timor-Timur, Australia dan India. Ambil contoh di Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Timur dan Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia. Di kedua wilayah tersebut sering terjadi penggeseran patok perbatasan.
Tidak hanya berhenti di konflik perbatasan, kejahatan perang asimetris pun menjadi ancaman yang serius dan nyata bagi kedaulatan NKRI. Kita lihat saja, agresifitas dari kebijakan One Belt One Road yang digagas Cina. Suka tidak suka, kebijakan Den XiaoPing yang ingin membangun jalur sutra maritim baru tentu saja akan menempatkan keistimewaan geografis Indonesia untuk memenuhi kepentingan negaranya, yaitu become a super power state by control the sea lanes of trade. Maka dari itu tidak berlebihan ketika diperlukannya strategi pertahanan nasional sebagai langkah mempertahankan keutuhan nusantara.
Selalu tingkatkan Waspada dimana pun kita berada
Salam Merah Putih
Salam Satu Indonesia
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *