10 WNI Yang Disandera Abu Sayyaf Dibebaskan di Rumah Gubernur Sulu

sandera Abu Sayyaf

Sepuluh orang WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf telah dibebaskan oleh kelompok separatis Abu Sayyaf. Mereka dilepaskan di depan rumah Gubernur Sulu, Provinsi Sulu, Filipina.

progrev.org, Manila – Kepala Kepolisian Sulu, Wilfredo Cayat, mendapatkan para sandera berada di depan rumah Gubernur Sulu, Abdusakur Toto Tan II. Sang Gubernur langsung membawa mereka ke dalam dan menjamu kesepuluh WNI tersebut makan.

Menurut kepala kepolisian Sulu, Wilfredo Cayat, kemungkinan 10 sandera itu dibebaskan antara Jumat (29/4/2016) atau Sabtu (30/4/2016).

Cayat juga memastikan jika para sandera yang dibebaskan adalah para awak kapal tugboat. Mereka diculik dari perairan Sulu pada tanggal 28 Maret lalu. Mereka identifikasi sebagai Peter Tonson, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputria, Bayu Oktavianto, Reynaldi dan Wendi Raknadian.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso membenarkan jika 10 WNI tersebut telah dibebaskan. “Iya betul (10 WNI dibebaskan Abu Sayyaf) karena dari laporannya seperti itu,” ujar pria yang akrab disapa Bang Yos. Bang yos menambahkan “Nanti sore diperkirakan akan sampai ke Halim, jadi tunggu ya,” katanya.

Keluarga 10 WNI yang disandera

Sementara itu dari keluarga salah satu orang yang disandera kelompok Abu Sayyaf keluarga besar Renaldi alias Aldi yang ada di Poso, Sulawesi Tengah, menyambut gembira kabar pembebasan Renaldi oleh kelompok militan Pilipina Abu Sayyaf dalam keadaan selamat. Kabar gembira pembebasan 10 WNI Anak Buah Kapal (ABK) Brahma 12 ini didapat pihak keluarga melalui pemberitaan di sejumlah media elektronik dan online yang terus dipantaunya.

“Saya sedikit lega. Saya berharap dari sepuluh orang yang dibebaskan Abu Sayyaf dalam keadaan selamat, salah satunya adalah anak saya.”

“Saya tetap selalu berdoa semoga saja bisa cepat kembali ke Indonesia dan bisa berkumpul lagi,” kata orangtua kandung Aldi, Roslian (42), kepada Kompas.com di rumahnya Jalan Pulau Jawa, Kelurahan Gebang Rejo, Poso Kota, Minggu (1/5/2016).

Terkait pembebasan ini, sebuah sumber mengatakan, para penculik membebaskan ke sepuluh WNI karena uang tebusan yang mereka minta telah dibayar. Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar 50 juta Peso untuk melepaskan mereka. “Mereka seharusnya dibebaskan antara Jumat dan Sabtu di suatu tempat di kota Luuk,” kata sumber itu.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *